Terima kasih anda telah mengunjungi blog ini, semoga apa yang kami sajikan ini dapat memberi manfaat bagi semuanya (admin by casroni)
RSS
Tampilkan postingan dengan label Info Ujian Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Ujian Nasional. Tampilkan semua postingan

Standar Kelulusan Unas Ditentukan Provinsi

JAKARTA – Terobosan baru dalam penentuan standar kelulusan ujian nasional (unas) akan dilakukan pemerintah. Rencananya, penentuan kelulusan tersebut akan diserahkan kepada masing-masing provinsi.

Namun, kebijakan baru tersebut hanya berlaku untuk sekolah-sekolah yang belum masuk katergori standar atau belum standar nasional pendidikan (SNP). Tapi, sekolah yang sudah mencapai SNP tetap mengikuti standar pemerintah.

Sekolah-sekolah yang masuk kategori standar adalah sekolah berakreditasi B (kecil) dan C. Sedangkan sekolah dengan akreditasi A dan B (besar) masuk katergori mandiri dan tetap mengikuti standar pemerintah. Khusus bagi sekolah berakreditasi B, terbagi menjadi dua. B (kecil) adalah sekolah yang nilai akreditasi B di bawah rata-rata nasional. Sedangkan B (besar) di atas rata-rata.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Mungin Eddy Wibowo saat dihubungi, Senin (18/10), mengatakan, untuk mengelompokkan sekolah pada kategori mandiri atau standar ditentukan BSNP. Sebelumnya, hak tersebut dimiliki masing-masing provinsi. Menurutnya, sekarang ini seluruh sekolah sudah punya kategori berdasarkan akreditasi.

Sebelumnya rencana penentuan kelulusan dilakukan provinsi merupakan salah satu hasil rekomendasi dari lokakarya nasional unas yang dilaksanakan akhir pekan lalu. Lokakarya diikuti perwakilan pemerintah dan Komisi X DPR, BSNP, ahli pendidikan, kepala sekolah, dan komite sekolah.

"Untuk akreditasi A dan B masuk kategori mandiri dan akreditasi B dan C masuk kategori standar. Khusus akreditasi B, yang masuk kategori mandiri adalah yang hampir sepenuhnya memenuhi atau mendekati standar pendidikan nasional," jelas Mungin.

Dengan begitu, lanjut Mungin, penetapan standar kelulusan bukan lagi kewenangan BSNP sepenuhnya. Saat ini, standar kelulusan unas untuk SMP dan SMA masih ditentukan oleh BSNP, yaitu mencapai 5,5 per mata pelajaran yang diujikan. Tapi, tahun depan, BSNP hanya menentukan standar kelulusan bagi sekolah mandiri atau yang sudah memenuhi standar pendidikan nasional.

"Provinsi bisa menentukan standar kelulusan berapapun. Misalnya nilai 3 atau 4. Namun, jika ada siswa yang mendapat nilai 7, maka bobotnya sama dengan standar kelulusan tersebut," urai Mungin.

Meskipun nantinya standar kelulusan di tentukan provinsi, lanjutnya, namun standar soal masih ditentukan BSNP berdasarkan kisi-kisi yang diberikan masing-masing daerah. "Seluruh bentuk soal masih sama di seluruh Indonesia," pungkasnya.(cdl/jpnn)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Persiapan UN Menjadi Lebih Berat

Ilustrasi: "Kebijakan ini kurang dapat menolong. Dengan majunya jadwal UN, waktu belajar semakin pendek. Kalau materi tidak terkejar, kasihan anak yang jadi beban," tutur Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 3 Kota Bandung Firmansyah Noor.
Artikel Terkait:

* UN Ulang Lebih Baik
* Siswa Gagal UN Bisa Mengulang
* Sekolah Segera Padatkan Pelajaran
* Ujian Nasional Maret

Senin, 16 November 2009 | 18:36 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono

BANDUNG, KOMPAS.com - Persiapan siswa hadapi Ujian Nasional tahun depan semakin berat, karena waktu penyelenggaraan ujian dipercepat, dari yang biasanya April menjadi Maret. Perlu strategi khusus mengantisipasinya.

Gesilva Putri (16), siswa kelas XII IPA 5 SMAN 3 Kota Bandung mengaku cemas. Sempitnya waktu belajar yang tersisa untuk persiapan, menurutnya, bisa mempengaruhi hasil UN nantinya. Untuk itu, mau tidak mau, persiapannya harus lebih keras.

"Dengan materi yang masih banyak tersisa, kami harus belajar secara cepat juga. Dan, memperbanyak latihan," ucap Gesilva, Senin (16/11) di sekolah.

Seperti diketahui, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) memutuskan, mulai 2010 akan ada Ujian Nasional ulang bagi siswa yang tidak lulus di tahun yang sama. Tetapi, konsekuensinya, waktu penyelenggaraan UN harus dimajukan, dari yang biasanya dimulai pada April, menjadi Maret.

Menurut Gesilva, dimajukannya jadwal UN ini sebetulnya tidak mengejutkannya. Sebab, jauh sebelumnya dia telah diingatkan oleh guru-guru di sekolah mengenai kemungkinan dimajukannya jadwal UN tersebut.

"Kami diminta untuk mulai rajin membuat rangkuman materi yang akan dipelajari," ucapnya.

Silvia Metha (16), siswi Kelas XII SMAN 5 Kota Bandung menuturkan, sudah seminggu terakhir ini sekolah memberikan pemantapan materi. Padahal, pemantapan semacam itu pada umumnya baru dilakukan di semester II atau usai Desember mendatang.

"Itu dilakukan setiap Jumat dan Sabtu. Hari Sabtu, yang biasanya digunakan untuk ekskul (ekstra kurikuler) diganti menjadi pemantapan materi sampai jam 12.00," ucapnya, menjelaskan.

Selain pemantapan, lanjut Silvia, persiapan intensif juga dilakukan lewat bimbel.

Sekolah khawatir

Dimajukannya jadwal penyelenggaraan UN itu juga menimbulkan kekhawatiran dari penyelenggara sekolah. Mereka khawatir, target materi standar kompetensi lulusan (SKL) tidak dapat terkejar karena kalender akademik dipangkas sebulan.

"Kebijakan ini kurang dapat menolong. Dengan majunya jadwal UN, waktu belajar semakin pendek. Kalau materi tidak terkejar, kasihan anak yang jadi beban," tutur Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 3 Kota Bandung Firmansyah Noor.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BSNP: PTN tak perlu laksanakan SNMPTN

BSNP: PTN tak perlu laksanakan SNMPTN
Tanggal : 20 Nov 2009
Sumber : Harian Terbit

SEMARANG - Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menilai, penggabungan Ujian Nasional (UN) dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tak menyulitkan penerimaan mahasiswa program studi tertentu.

"Pihak Perguruan Tinggi (PT) nantinya tidak perlu menyelenggarakan ujian masuk (SNMPTN) untuk menyeleksi mahasiswa dengan materi sama seperti UN, misalnya matematika atau bahasa Inggris," kata Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo di Semarang, Kamis (19/11).

Namun, kata dia, pihak PT nantinya hanya perlu menyelenggarakan tes untuk menyeleksi hal lain, seperti bakat, minat, kecerdasan, atau kepribadian, bukan materi yang sama seperti UN.

Ia mengatakan, pihaknya menyadari bahwa untuk program studi tertentu di PT, seperti kedokteran atau teknik, tentunya sangat berbeda dalam menentukan standar untuk penerimaan mahasiswa baru, sesuai bidang masing-masing.

"Karena itu, mereka (PT, red.) tetap dapat melakukan seleksi sesuai karakter bidang ilmu masing-masing, sedangkan materi tes umum dapat diambilkan dari hasil UN yang diperoleh para siswa," katanya.

Menurut dia, pelaksanaan UN 2010 mendatang juga akan dilakukan dengan melibatkan peranan PT secara lebih intesif, sehingga kalangan perguruan tinggi dapat lebih memercayai hasil pelaksanaan UN.

"Kami memang tengah menyiapkan penyelenggaraan UN SMA dan MA dengan mengintensifkan keterlibatan PT, berkaitan dengan `scanning` (pemindaian) lembar jawab, pengawasan, hingga pengadaan soal ujian," katanya.

Pengadaan soal UN, kata dia, akan dilakukan dengan menunjuk PT yang memiliki percetakan dan hingga saat ini pihaknya telah mendata ada sekitar 15 PT yang memilikinya.

"Namun, kesiapan mereka (PT, red.) untuk menangani pengadaan soal UN masih belum dikonfirmasi dan rencananya kami akan mengundang mereka untuk membahasnya pada Desember mendatang," kata Mungin.

Sebelumnya, pemerhati pendidikan, Prof. Eko Budihardjo mengkhawatirkan penggabungan UN dengan SNMPTN akan menyulitkan proses penerimaan mahasiswa baru untuk bidang-bidang tertentu di PT.

"Apabila hanya UN yang dijadikan dasar untuk penerimaan mahasiswa PT, maka pihak PT akan kesulitan untuk menentukan kemampuan siswa untuk bidang atau ranah tertentu," kata mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang tersebut.

Ia mencontohkan, penilaian siswa yang memiliki kemampuan di bidang kesenian tentu berbeda dengan bidang olahraga, apalagi kedokteran, sehingga penggabungan antara UN dengan SNMPTN belum dapat diterapkan dalam waktu satu-dua tahun mendatang.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat pendidikan, Muhdi yang mengatakan setiap PT tentunya memiliki karakter dan standar yang berbeda dalam melakukan seleksi mahasiswa baru, apalagi program studi di PT beragam. (antara/terbit)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jadwal UN 2010


Jadwal Ujian Nasional (UN) 2010 Lengkap : SMA/MA, SMP/MTs dan SD/MI
2009 November 14
tags: jadwal un, ujian nasional, un 2010
by nusantaraku
Depdiknas

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sekolah dipercepat menjadi minggu ke-3 Maret 2009. Informasi pelaksanaan UN SMP-SMA 2010 didasarkan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Nasional No 74 dan 75 tahun 2009 tentang UASBN SD/MI serta Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMK Tahun Pelajaran 2009/2010. Peraturan ini ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional Prof. Bambang Sudibyo pada 13 Oktober 2009, seminggu sebelum diganti dengan Mendiknas Prof. Muh Nuh Kabinet Indonesia Bersatu II.

Jadwal tahun 2010 ini lebih cepat dari UN yang biasanya berlangsung pertengahan April. Hal ini disebabkan UN 2010 akan dilaksanakan 2 kali yakni terdiri dari UN utama dan UN ulangan. Siswa yang tidak lulus pada UN utama, bisa mengulang pada UN tahap kedua (enak dong..diberi kesempatan 2 kali).. UN ulangan dilaksanakan setelah pengumuman UN utama atau tepatnya 8 minggu setelah pelaksanaan UN utama. Berikut periode pelaksanaan UN 2010 :

* Tingkat SMA/MA, SMALB, dan SMK :
o UN Utama : minggu ke-3 Maret 2010.
o UN Ulangan : minggu ke-2 Mei 2010.
* Tingkat SMP/MTs dan SMPLB
o UN Utama : minggu ke-4 Maret 2010
o UN Ulangan : minggu ke-3 Mei 2010.

UN SMA/MA 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UN Utama Tingkat SMA dan MA 2010.
UN 2010 SMA Program IPA

No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 15 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 16 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 17 Maret 2010
4 Fisika 40 120 menit Kamis, 18 Maret 2010
5 Kimia 40 120 menit Jum’at, 19 Maret 2010
6 Biologi (II) 40 120 menit Senin, 15 Maret 2010

UN 2010 SMA Program IPS

No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 15 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 16 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 17 Maret 2010
4 Ekonomi 40 120 menit Jum‘at, 19 Maret 2010
5 Sosiologi 40 120 menit Senin, 15 Maret 2010
6 Geografi (II) 40 120 menit Kamis, 18 Maret 2010

UN 2010 SMA Program Bahasa

No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 15 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 16 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 17 Maret 2010
4 Sastra Indonesia 40 120 menit Kamis, 18 Maret 2010
5 Sejarah /Antro (I) 40 120 menit Senin, 15 Maret 2010
6 Bahasa Asing Pilihan 40 120 menit Jum’at, 19 Maret 2010

UN 2010 SMK

No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 15 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 16 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 17 Maret 2010
4 Teori Kejuruan - - -

UN 2010 MA

No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia (I) 50 120 menit Senin, 15 Maret 2010
2 Bahasa Inggris 50 120 menit Selasa, 16 Maret 2010
3 Matematika 40 120 menit Rabu, 17 Maret 2010
4 Ilmu Tafsir 40 120 menit Jum’at, 19 Maret 2010
5 Ilmu Hadist 40 120 menit Kamis, 18 Maret 2010
6 Ilmu Kalam (II) 40 120 menit Senin, 15 Maret 2010
UN SMP / MTs 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UN Utama Tingkat SMP dan MTs 2010
UN 2010 SMP/MTs

No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 22 Maret 2010
2 Matematika 40 120 menit Selasa,23 Maret 2010
3 B. Inggris 50 120 menit Rabu, 24 Maret 2010
4 IPA 40 120 menit Kamis, 25 Maret 201

UASBN SD/MI 2010 (Pelajaran, Jumlah Soal, Waktu dan Jadwal)

Berikut adalah mata pelajaran, jumlah soal dan waktu yang disediakan untuk UASBN Utama Tingkat SD dan MI 2010.
UN 2010 SD/MI

No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit Senin, 5 April 2010
2 Matematika 40 120 menit Selasa, 6 April 2010
3 IPA 40 120 menit Rabu, 7 April 2010

Keterangan:

* Alokasi Waktu = waktu total UN (persiapan, ujian, dan selesai).Waktu Efektif UN adalah 120 menit (2 jam)
* UN dilaksanakan mulai pukul 08.00-10.00 untuk setiap sesi pelajaran, dan kecuali mata pelajaran ke-2 (II) untuk tingkat SMA/MA yang dilaksanakan pada hari Senin bersama mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Standar Kelulusan UN 2010

Standar kelulusan UN 2010 sebenarnya sama dengan UN 2009 yakni peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK tahun 2010 dinyatakan lulus jika:

1. memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;
2. khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.

Catatan Penting!

Pihak sekolah dilarang memungut biaya pelaksanaan UN, karena semua biaya penyelenggaraan UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. Mohon untuk menjadi perhatian para guru dan pihak sekolah agar tidak mencoba-coba memungut biaya UN. Dan bagi adik-adik pelajar, jangan sekali-kali mau membayar biaya UN.
Kabar Baru!

Berbeda dengan pelaksanaan UN tahun-tahun sebelumnya, pelaksanan UN 2010 menggunakan metode exchange place yang hampir sama dengan proses SNMPTN. Yakni para siswa sebuah sekolah akan melaksanakan UN di tempat/sekolah berbeda, yang mana akan bercampur dengan siswa-siswa dari sekolah lain dalam satu kecamatan/kabupaten. Artinya, setiap peserta akan melaksanakan UN dalam satu ruangan terdiri atas peserta ujian dari beberapa sekolah/madrasah dalam satu kecamatan dan/atau kabupaten/kota. (Pasal 14 Permendiknas 75 tahun 2009). Sistem ini diyakin dapat mengurangi tingkat kecurangan UN yang dilakukan oleh pihak sekolah, diknas dan murid yang selama ini masih terus terjadi.

Selamat belajar dengan sungguh-sungguh. Semoga Sukses dengan prestasi gemilang!

Salam Sukses,
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS